Koranonline - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberikan 1.000 beasiswa Untuk anak-anak para pedagang kecil. Dia hendak memastikan para penerus bangsa bisa merdeka dalam menentukan cita-citanya.
Kegiatan pemberian beasiswa ini bekerja sama dengan Kahmipreneur. Pemberian beasiswa dilakukan secara nyata dan diikuti para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah.
"Tadi dari hasil interaksi dengan para penerima beasiswa mulai dari Aceh hingga Papua dirasakan. Begitu beratnya keadaan ekonomi yang dipicu oleh pandemi. Banyak dari pedagang-pedangan kecil yang kehilangan mata pencahariannya," ucap Sandiaga Uno dalam keterangan resmi, Minggu (15/8/2021).
Sandiaga Uno langsung menceritakan beberapa pelajar dan mahasiswa yang terhalang pendidikannya karena permasalahan ekonomi. Satu di antaranya seperti yang dialami Aurora.
"Adinda Aurora dari Pontianak yang harus mengubah cita-citanya menjadi dokter karena tidak memiliki biaya. Berkat beasiswa dari Kahmipreneur ini, alhamdulillah semangat lagi adik Aurora kita dan tetap sekarang ingin melanjutkan studinya agar mencapai cita - cita menjadi dotker," ucap Sandiaga.
Dia pun langsung ingin memastikan di momentum perayaan HUT ke-76 RI ini, anak-anak Indonesia dapat merdeka dalam menentukan cita-citanya. Terlebih, tema dalam perayaan HUT ke-76 RI kali ini adalah 'Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh
Sandiaga juga berharap supaya kegiatan semacam ini juga diikuti oleh para donatur lainnya. Sehingga, anak-anak Indonesia dapat meraih cita-citanya tanpa perlu khawatir mengenai biaya.
"Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh diwujudkan dengan saling berbagi dan beasiswa ini adalah wujud nyata dari Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh. Merdeka," ucapnya.
Adapun pemberian bantuan beasiswa ini merupakan gelombang ketiga. Kegiatan pemberian beasiswa ini telah digelar sejak tahun lalu.
Sementara, total kuota beasiswa yang diberikan yaitu sebanyak 1.000 pelajar yang sudah diseleksi dari 34 provinsi. Sasaran dari penerima beasiswa ini adalah pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa dan anak yatim karena terdampak pandemi COVID-19. Utamanya adalah anak dari pedagang kecil.


0 Comments